Asosiasi Bordir Terima 125 Mesin Jahit

Diposting oleh Samino on Senin, 01 Juni 2009

Asosiasi Bordir Payokumbuah bernafas lega, menyusul diterimanya 125 mesin jahit bordir dan 1 mesin bordir komputer, yang diserahkan Walikota Payokumbuah H. Josrizal Zain, kepada ketua Asosiasi Bordir Payokumbuah diwakili A.Dt. Rajo Mangkuto nan Putiah. Bantuan tersebut berasal dari Departemen Perindag RI. Bantuan diserahkan walikota dalam acara temu usaha yang juga dihadiri Preskom PT. Bakrie Brothers di aula SMKN 1 Payokumbuah, Minggu (12/10). Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar diwakili Zulkifli, Sekdako H. Mahmuda Riva’i, SH, MM, Kepala Dinas Perindag Naker Payokumbuah Faisal Mustafa, SE dan sejumlah pimpinan SKPD lainnya. Mesin jahit bordir yang jumlahnya 125 buah itu, nantinya akan disalurkan kepada pengusaha bordir yang masih terbatas modalnya. Lewat bantuan ini, diharapkan industri kerajinan ini bakal berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian sektor ril di kota ini.

Walikota Payokumbuah usai menyerahkan mesin jahit border mengajak, asosiasi bordir mampu mencari inovasi-inovasi dalam mengembangkan usaha bordir ini. Selain mempertahankan khas bordir Minang, seyogianya juga dikembangkan bordiran yang sesuai dengan selera konsumen. Dikatakan, bordiran Payokumbuah atau “Luak Limopuluah” tak kalah dengan seni border dari daerah lain atau bordiran disejumlah kota dan kabupaten di Pulau Jawa.

Malahan tenaga bordiran yang bekerja pada perusahaan konveksi yang ada di kota dan kabupaten lainnya itu, umumnya bersal dari Payokumbuah. Bukti nyata, tenaga kerja kerajinan ini cukup banyak di kota ini. Untuk itu, tugas asosiasi ini cukup berat, mengembalikan citra border Payokumbuah atau Limopuluah Koto, agar lebih terkenal di Tanah Air. “Kita tak ingin, Payokumbuah yang membuat daerah lain punya nama,” ingat walikota.

PosMetro

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar