Mobil Bekas kembali Naik Daun

Diposting oleh Samino on Rabu, 23 Maret 2011

Penjualan mobil bekas kembali naik menyusul penerapan pajak progresif sejak awal tahun. Pajak bertingkat ini telah diberlakukan sejumlah daerah dengan tarif yang berbeda-beda. Di Jakarta, misalnya, pajak progresif diberlakukan berkisar antara 1,5 - 4 persen dari harga kendaraan.

Senior Marketing Manager PT Marga Sadhya Swasti Herjanto Kosasih, mengatakan bahwa penjualan mobil bekas di pusat mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Februari sebesar 2.150 unit. Angka itu naik dibandingkan Januari yang hanya 1.930 unit.

Bahkan pada bulan-bulan sebelumnya, rata-rata penjualan di WTC Mangga dua hanya 1.800 unit. "Kecilnya diskon pada mobil baru juga menjadi pertimbangan konsumen memilih mobil bekas," kata Herjanto di Jakarta, Selasa 22 Maret 2011.

Mengenai harga, menurut dia, masih stabil. Tidak ada kenaikan maupun penurunan yang signifikan.

Herjanto mengatakan bahwa pasar mobil bekas masih akan terus tumbuh. Namun, konsentrasi pasar masih terjadi di Jakarta. "Jakarta masih menguasai 50 persen mobil bekas," katanya.

Herjanto mengatakan, minibus Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia masih menjadi mobil bekas terlaris di WTC. Avanza dan Xenia bekas masing-masing bisa terjual 150 unit per bulan. Lalu disusul Toyota Kijang dan Honda Jazz dengan penjualan rata-rata 80-100 unit.

Sementara itu, WTC Mangga Dua dan BCA Finance menyerahkan hadiah program promo Hujan Emas kepada konsumen di Mangga Dua, Jakarta Utara. Total 1 kilogram emas dibagikan pada 11 pemenang yang terdiri dari setengah kilogram emas untuk satu orang pemenang utama dan 50 gram untuk 10 pemenang lainnya.

Diana Perdana Ali, 34, warga Rawamangun, berhasil keluar sebagai pemenang utama. "Saya kaget," katanya. Diana merupakan pembeli BMW 318 tahun 2004, empat bulan lalu.

• VIVAnews
More aboutMobil Bekas kembali Naik Daun

Panduan Memulai Usaha Jual Beli Mobil Dan Motor

Diposting oleh Samino

Anda hobi dan punya bakat jualan? Simak liputan kami tentang jual beli mobil dan motor kali ini.

Hal yang pertama kali harus diperhatikan adalah keadaan mobil atau motor yang akan dibeli. Caranya mudah, Cukup kita mencari orang kepercayaan yang benar-benar mengerti tentang mobil atau motor. Bisa montir atau mekanik, bisa juga makelar mobil atau motor.Bawa mereka untuk melihat-lihat mobil atau motor yang akan kita beli. Suruh mereka mencoba dan menganalisa. Setelah selesai tugas mereka, berilah komisi yang pantas. Bila perlu, tambahkan bonus jika ternyata mobil atau motor tersebut laku tinggi dijual.

Setelah itu lihat jenis, tahun dan merk-nya. Usahakan cari mobil atau motor yang cepat lakunya. Contohnya adalah espass, Honda LX, Xenia. Bayar kontan tidak apa-apa. Menurut pengakuan Thoriq, mobil tersebut paling lama laku 2 bulan. Menurutnya, mobil yang cepat lakunya adalah “mobil kaleng” alias mobil yang masih orisinil.

Kalau motor lain lagi. Bisa 2-3 hari lakunya. Lebih cepat. bahkan bisa menjual motor China yang notabene kurang laku di pasaran dengan keuntungan per motornya 500 ribu..

Trik Mendapatkan & Menjual Mobil atau Motor

Apabila ternyata kita tidak menemukan mobil atau motor yang cepat lakunya, ada triknya. Beli mobil atau motor tersebut dengan cara kredit. Perbesar uang mukanya dan perkecil cicilan per bulannya, tunggu hingga laku. Menurutnya, cara ini cukup efektif.Untuk motor, menggunakan cara yang lain. Biasanya mencari motor yang velg-nya sudah racing. Cepat banget lakunya ,walaupun motor itu motor buatan China

Perlengkapan Kantor & Iklan

Perlengkapannya juga tidak rumit. Cukup ruangan dengan luas 3 x 3m dilengkapi dengan meja kursi, komputer, lemari arsip, telepon serta berlangganan beberapa koran.Cara pemasarannya juga cukup sederhana. Cukup menggunakan iklan baris 3 baris untuk menawarkan mobil dan motornya. Seminggu memasang iklan dua kali. Harga per sekali tanyang cuman 30 ribu rupiah. Saat ini cukup gunakan 2 koran lokal untuk memasarkan bisnis jual beli mobil dan motor anda

Sumber : bisnisukm.com

More aboutPanduan Memulai Usaha Jual Beli Mobil Dan Motor

Tips Berinvestasi di Sektor Usaha Properti

Diposting oleh Samino on Selasa, 22 Maret 2011

Banyak orang beranggapan properti merupakan salah satu pilihan utama investasi terbaik. Bahkan, pada saat ekonomi pasang surut, properti tetap menjadi investasi menguntungkan.

Persoalannya, terkadang investor terjebak dalam investasi properti. Mereka bisa keliru lantaran masih menggunakan emosi saat memilih dan menentukan properti sebagai investasi.

"Sekitar 85 persen orang membeli properti karena emosi," katanya pada Seminar Smart Investment in Financial Crisis di Marketing Gallery Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta, 11 Maret 2009.

Lantas, bagaimana memilih investasi properti yang memberi hasil maksimal?

Menurut dia, ada lima unsur penting bagi calon investor untuk memilih dan menentukan investasi properti.

Pertama, calon investor harus jeli melihat waktu yang tepat untuk membeli properti. Prinsipnya adalah membeli di saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi.

Sekarang, menurut Panangian, adalah Buyer's time atau pembeli berada di atas. Pada keadaan tersebut, harga akan tertekan secara absolut meskipun secara nominal tidak turun. "Kalau harga tahun lalu Rp 1 miliar dan tahun ini sama, artinya secara riil harga turun. Inilah waktunya membeli," katanya.

Dia memperkirakan siklus properti akan kembali booming dalam tiga empat tahun ke depan atau sekitar 2012.

Kedua, calon investor harus memilih lokasi prima. Istilah properti berdasarkan lokasi, lokasi dan lokasi menurutnya sangat tepat digunakan. Lokasi pusat kota merupakan kawasan berprospek dengan jaminan kenaikan terus menerus atau lokasi dengan kemungkinan harga akan terus meningkat dengan adanya pembangunan.

Lokasi strategis dan prospektif biasanya berada di segitiga usaha perkantoran, bisnis dan pertumbuhan ekonomi. Di Jakarta lokasi tepat untuk menanamkan investasi properti, diantaranya kawasan Central Business District (CBD), Kemang, Pondok Indah, dan Kuningan.

Ketiga, calon investor harus memperhatikan sumber pembiayaan. Di sini, investor harus kreatif apakah memilih kas, kredit atau kas bertahap untuk membiayai investasi. "Tergantung kemampuan investor dan keadaan," katanya.

Keempat, calon investor perlu mencermati apa saja jenis investasi yang berprospek. Jenis properti berupa kantor, kondominium dan ritel masih prospektif sebagai lahan investasi.

Pengembalian kapitalisasi ketiga jenis properti ini memberikan jaminan yang lebih cepat. Tingkat pengembalian apartemen dan kondominium menempati posisi teratas dengan pengembalian berkisar 8 - 12 persen. Tingkat pengembalian sewa kantor 7 - 10 persen dan ritel seperti kios dan toko sebesar 5 - 9 persen.

Kelima dan tidak kalah pentingnya memilih pengembang yang memiliki reputasi pada bisnis. Bagi calon investor penting untuk melihat pengembang agar investasi yang ditanamkan bisa menghasilkan. Ketepatan waktu, kualitas dan ketepatan sesuai kontrak harus menjadi pertimbangan utama.

Pada kondisi dimana pembeli adalah raja, Panangian menyarankan pengembang agar mendekatkan diri dengan konsumen. Caranya dengan mengikutkan investor mengawasi pembangunan dan kualitas dengan waktu delivery yang tepat.


VIVAnews


More aboutTips Berinvestasi di Sektor Usaha Properti

Asyiknya Santai Bersama Ipod Nano

Diposting oleh Samino on Selasa, 18 Januari 2011




Sore hari yang indah,disudut barat kota Jakarta sambil duduk bersandar bale bambu,bersantai dan menjauh dari kebisingan kota jakarta untuk sejenak,,dan hanya memang baru sekarang saya rasakan bersantai sambil mendengarkan lagu - lagu GIGI terasa nyaman sampai tidak terasa ketiduran,,hehehehe,,,!!Dan Ipod Nano 8gb 4th Generation yang sanggup membuat saya disore hari itu terasa sangat fresh dan melepas kejenuhan selepas berkutat dari rutinitas kerja,,,

Dan menurut saya secara pribadi Ipod Nano memang keren,dari segi fisik dan kualitas suara,,2 jempollah dari saya.Selain bentuknya yang slim,ini juga simple banget digunakannya.Vitur video dengan kualitas gambar yang lumayan menjadi salah satu pendukung kekuatan Ipod Nano,,

Pokoknya ok banget lah,


More aboutAsyiknya Santai Bersama Ipod Nano

Sudah Saatnya Investasi Apartemen

Diposting oleh Samino on Minggu, 31 Januari 2010

Properti jenis kondominium, perkantoran dan ritel layak digunakan sebagai investasi. Pasalnya, tingkat kapitalisasi yang diperoleh lebih cepat dengan pengembalian per tahun lebih tinggi.

Pakar Properti Panangian Simanungkalit memaparkan, jenis properti apartemen dan residensial memiliki tingkat kapitalisasi (capitalization rate) lebih cepat dan jaminan imbal hasil investasi pada kategori terus meningkat (sunrise).

“Beberapa pengamatan memperlihatkan imbal hasil (yield) sewa apartemen dan kondominium mencapai 10 hingga 11 persen,” katanya pada Seminar Smart Investment in Financial Crisis di Marketing Gallery Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta, Rabu malam, 11 Maret 2009.

Dia menambahkan, dari hasil pengamatan pada beberapa jenis properti, nilai imbal hasil sewa rumah menurun berkisar 3 hingga 5. Namun, untuk ritel seperti kios/toko imbal hasil sewa mencapai 5 hingga 9 persen, perkantoran sebesar 7 hingga 10 persen, serta imbal hasil apartemen dan kondominium mencapai 8 sampai 12 persen.

Peningkatan nilai properti, kata Panangian, misalnya diperlihatkan PT Bakrieland Development Tbk dengan imbal hasil 8 hingga 9 persen dalam 11 tahun. “Harga pada peluncuran awal sebesar Rp 2,3 juta/meter persegi tapi sekarang Rp 11 juta/meter persegi atau naik 13 persen. Artinya, properti ini termasuk kategori properti dengan sunrise,” tuturnya.

Dia menilai, properti di Indonesia masih sangat terbuka dan memberikan hasil yang menguntungkan, sehingga sebenarnya tidak ada alasan bagi pengembang untuk menunda pembangunan atau investor yang ingin berinvestasi.

Namun, Panangian mengakui, mengenai besarnya suplai yang ada tahun ini tergantung pada lokasi dan jenis suplainya. Jika, suplai properti sejenis yang bertambah di pasaran akan terus menekan harga. “Tapi yang paling penting adalah lokasi. Kalau lokasi strategis akan tetap menarik,” ujarnya.

Dia mengatakan, pengembang yang menahan diri dan menunda membangun proyeknya kemungkinannya bisa saja akibat pesimistis melihat pasar atau terbentur masalah keuangan.

Bahkan, bagi perusahaan yang tergantung kepada perbankan, juga agak sulit karena masih tingginya suku bunga. Namun, bagi perusahaan terbuka dan yang memiliki dana, tidak akan menemukan masalah. “Kalau melihat visi jangka panjang, proyek properti akan booming kembali dalam tiga empat tahun,” kata Panangian.

Panangian menuturkan, perbankan yang menurunkan suku bunga mengikuti penurunan suku bunga acuan (BI rate) menjadi sangat penting untuk menyadari jumlah kebutuhan properti yang masih sangat besar.

Selain itu, suku bunga yang terjangkau konsumen diperkirakan turut meningkatkan jumlah kredit konstruksi maupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR). “Siapa (bank) yang berhasil menurunkan suku bunganya lebih dahulu akan memperoleh keuntungan besar,” ujar Panangian.

More aboutSudah Saatnya Investasi Apartemen

Tips Aman dan Cerdas Memilih Apartemen

Diposting oleh Samino

Memilih tinggal di apartemen merupakan salah satu solusi agar bisa memperpendek jarak tempuh dan mempersingkat waktu. Tempat tinggal yang selama ini jauh dari tempat bekerja akan jadi lebih dekat. Waktu yang banyak terbuang dalam perjalanan menuju kantor dan sebaliknya bisa diminimalisir. Yang pasti, akses untuk kemana-mana juga semakin mudah.

Sementara di sisi lain, memilih apartemen yang cocok dengan keinginan bukanlah pekerjaan yang mudah karena banyaknya pilihan dan tawaran dari developer saat ini. Untuk memilih lokasi yang pas, perlu dilakukan survey kecil-kecilan agar tidak kecewa dikemudian hari. Lokasi yang dekat dengan perkantoran, perdagangan, dan perhotelan menjadi perhatian utama. Sehingga, untuk ke mana-mana cukup dengan jalan kaki karena lokasinya yang sangat dekat dengan kawasan perkantoran dan komersial.

Perbedaan yang paling mendasar antara tinggal di apartemen dengan di rumah biasa (landed house) adalah dari sisi praktisnya. Tinggal di apartemen dianggap lebih praktis dan sudah mencerminkan gaya hidup masyarakat zaman sekarang. Tinggal di apartemen bisa menjadi solusi menghadapi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar seperti Jakarta yang makin menggila. Alangkah nikmatnya hidup yang dijalankan jika kantor atau tempat usaha terletak dalam lokasi yang berdekatan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli dan memilih sewa apartemen adalah :

  • Kelengkapan surat izin yang layak untuk berdirinya sebuah apartemen, seperti blok plan, izin pendahuluan, IMB, sertifikat atas tanah (hak guna bangunan/HGB), dan bank yang memberi kredit untuk pembangunan apartemen. Jangan sampai membeli apartemen dengan status kepemilikan tanah yang tidak jelas atau bukan HGB agar tidak bermasalah di masa mendatang.
  • Apartemen sebaiknya terletak di jalan besar yang akan menjadi akses utama, sesuai dengan hukum properti yang selalu mengutamakan lokasi. Apartemen yang terletak dilokasi yang bagus, kenaikkan harga dan tingkat nilai sewanya akan lebih tinggi dibanding apartemen di lokasi yang kurang bagus.
  • Selain di jalan utama, apartemen juga akan lebih bernilai jika terletak di pusat bisnis. Apartemen yang berada di kawasan pusat bisnis memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena dekat dengan perbankan, pusat perdagangan, hotel dan sarana hiburan.
  • Dari beberapa tipe unit apartemen yang ditawarkan, unit yang memiliki dua kamar tidur sangat diminati. Menurut penelitian, kenaikan harga pertahun unit dengan 2 kamar tidur mencapai 39 %. Sementara untuk 1 kamar tidur hanya 14 % pertahun dan 32 % pertahun untuk unit 3 kamar tidur.
  • Disamping lokasi dan unitnya, manajemen properti yang mengelola apartemen juga menjadi faktor penting dalam memilih apartemen. Tak sedikit pemilik apartemen yang merugi karena unitnya tidak tersewa. Hal ini bisa jadi karena kurangnya jaringan pemasaran pengelola apartemen tersebut. Selain itu, pengalaman pengembang dan tingkat kepercayaan untuk menyelesaikan pembangunan apartemennya harus diperhatikan.
  • Hal yang penting juga untuk diperhatikan adalah kelengkapan fasilitas. Sebuah apartemen yang berfasilitas lengkap, akan lebih mudah disewakan. Fasilitas tersebut meliputi restoran, super market, food center dan fasilitas lainnya untuk memenuhi kebutuhan penghuni.

Selain untuk dihuni, pada umumnya sewa apartemen juga menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik dan menguntungkan. Investasi di apartemen tergolong investasi jangka panjang. Walau begitu, harga sewa unit apartemen lebih tinggi dibanding harga sewa rumah (landed house). Dengan investasi Rp 600 juta di sebuah rumah akan menghasilkan uang sewa sebesar Rp 13 juta sampai Rp 20 juta per tahun. Namun, dengan uang yang sama, nilai sewa apartemen bisa mencapai Rp 40 juta hingga Rp 60 juta per tahun.

Beberapa tips yang dapat menjadi acuan memilih apartemen sebagai investasi.

  • Penyewa potensial apartemen pada umumnya adalah ekspatriat atau warga asing. Mereka ada pada umumnya berasal dari Jepang, Korea, Hongkong, Singapura, Australia, Amerika, Eropa dan negara-negara Asia serta Afrika. Bagi mereka, letak tempat kerja dan komunitas untuk bersosialisasi menjadi faktor penting dalam memilih lokasi apartemen. Perlu diingat, setiap bangsa mempunyai anggaran sendiri untuk biaya sewa apartemen.
  • Umumnya, ekspatriat di Jakarta yang berkebangsaan Amerika, Australia, Eropa, dan Jepang mempunyai anggaran uang sewa lebih tinggi daripada bangsa Korea, Singapura, dan Hongkong walaupun jabatan mereka sama. Untuk itu, pastikan lokasi dan harga yang pas menjadi pertimbangan menyewakan apartemen bagi para ekspatriat tersebut. Pilihlah lokasi-lokasi yang disukai para ekspatriat.
  • Penghuni apartemen biasanya sangat memperhatikan fasilitas yang dimiliki apartemen tersebut, baik jenis maupun ukurannya. Fasilitas-fasilitas seperti sport club, lapangan tenis indoor maupun outdoor, restoran dan kafe, serta swimming pool. Mereka akan memperhitungkan hingga seberapa banyak jumlah kendaraan yang dapat ditampung di area parkir, seberapa luas taman, merek dan berapa jumlah lift yang tersedia. Semua fasilitas harus sesuai dengan standar dan keinginan para calon penyewa.
  • Ketersediaan listrik terutama dalam keadaan darurat juga perlu diketahui. Genset sangat dibutuhkan jika terjadi pemadaman mendadak oleh PLN. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengoperasikan genset tersebut pada saat dilakukan pemadaman listrik mendadak. Hal ini tentu menjadi sangat diperhatikan oleh penghuni.
  • Luas ruangan. Bagi penyewa yang berasal dari luar negeri akan sangat memperhatikan luas ruangan ketika akan menyewa apartemen. Oleh karenanya lebih baik membeli unit apartemen yang mempunyai dua atau tiga kamar tidur karena para penyewa orang asing umumnya membawa keluarganya. Tipe studio atau satu kamar biasanya lebih sedikit peminatnya karena dapat bersaing dengan kamar hotel yang harganya relatif sama, tetapi pelayanan lebih baik.
  • Pilihlah unit-unit yang berada di atas lantai delapan. Biasanya, unit-unit apartemen di atas lantai delapan jauh dari suara bising dari luar dan nyamuk berkurang. Lokasi lantai sangat mempengaruhi kenyamanan penghuni apartemen disamping view juga menjadi faktor penentu.
  • Siapa yang akan mengelola apartemen tersebut? Pertanyaan ini harus ada dalam benak investor yang berniat menyewakan unit apartemen mereka. Pengelolaan atau properti manajemen dari apartemen sangat mempengaruhi pelayanan yang diberikan kepada penghuni maupun tamunya. Hal ini sangat mempengaruhi umur dari alat yang dipakai, kualitas kebersihan, keamanan, dan kenyamanan selama tinggal di apartemen.
  • Sebelum membeli unit apartemen, perhatikan dana yang akan dibutuhkan. Karena, selain membeli unit apartemen, investor juga harus mengisi ruangan interior unit apartemen yang akan disewakan. Bila perlu tanyakan ke pengembang, apakah mereka menyediakan perlengkapan seperti lemari pakaian, kitchen set, kompor, dan air conditioning. Karena, jika menyewakan unit apartemen dalam kondisi full furnish, maka penyewa hanya membawa koper pakaian saja.

Cermati Sistem Pembayaran

Model atau sistem pembayaran sangat penting sebelum memutuskan membeli apartemen. Jika membeli apartemen dengan tunai mungkin tidak ada masalah. Namun, apabila berniat untuk menggunakan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), banyak hal-hal yang harus diperhatikan. Karena, kekuatan konsumen untuk mencicil angsurannya sangat bergantung pada tingkat penghasilan. Jadi, tentukan dengan tepat jangka waktu lamanya cicilan dan besaran bunga yang berlaku.

Hal paling penting adalah pilihlah apartemen yang harganya sesuai dengan kemampuan keuangan sehingga dapat menentukan kesanggupan mencicil. Dianjurkan kepada konsumen yang akan menggunakan KPA, jumlah cicilan tidak boleh lebih dari sepertiga penghasilan setiap bulannya. Selain itu, juga harus disiapkan uang muka minimal 30 % dari harga apartemen yang ditawarkan.

Kemudian, pilihlah perbankan yang menawarkan KPA dengan suku bunga efektif terendah dan pelayanan terbaik. Perlu ditanyakan biaya apa dan berapa jumlahnya yang harus dikeluarkan untuk proses KPA serta dokumen-dokumen pendukung yang dibutuhkan.

Biasanya, bank lebih tertarik untuk memberikan KPA kepada konsumen yang akan membeli apartemen yang sudah jadi. Jadi, sebaiknya pilihlah apartemen yang stoknya sudah tersedia agar sertifikat strata title atau Hak Guna Bangunannya (HGB) sudah siap.

Selain itu, memilih apartemen yang dibangun oleh pengembang yang sudah punya kerjasama dengan bank akan lebih baik karena akan memudahkan proses pengajuan KPA. Pengembang biasanya juga menawarkan diskon uang muka atau bunga yang lebih rendah.

Etika Tinggal Di Apartemen

Tinggal di apartemen sedikit berbeda dengan di rumah biasa atau landed house. Rasa kekeluargaan dan kedekatan antar tetangga lebih kental di landed house dibanding apartemen. Penghuni apartemen jarang bertemu walaupun berada satu lantai.

Antar penghuni apartemen hendaknya saling menghormati dan toleransi terhadap privasi penghuni lain. Demi kepentingan bersama, semua penghuni bisa menjaga kebersihan tempat tinggal dan fasilitas umum yang tersedia. Untuk kenyamanan bersama, apartemen sebaiknya hanya digunakan untuk tempat tinggal dan tidak untuk kantor atau fungsi komersial lainnya.

Berbeda dengan rumah yang memiliki garasi sendiri, bagi penghuni yang mempunyai mobil dan ingin mencucinya, maka cucilah mobil pada tempat yang sudah disediakan agar tidak mengganggu penghuni lainnya. Karena jaraknya yang sangat dekat satu sama lain, pertimbangkan volume pada saat memutar lagu-lagu favorit agar tetangga tidak merasa terganggu.

Apabila ada keinginan untuk memelihara hewan peliharaan, sebaiknya tanyakan kepada pengelola apartemen dan tetangga terdekat. Izin dari pengelola harus diperoleh terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman dikemudian hari.

More aboutTips Aman dan Cerdas Memilih Apartemen

Pilih Apartemen atau Rumah?

Diposting oleh Samino

Tempat tinggal menjadi kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi setiap orang
agar lebih praktis beraktivitas. Perumahan tipe sederhana dengan KPR terjangkau, atau apartemen murah bersubsidi bisa menjadi pilihan. Jika masih belum mampu membeli rumah, pilihannya kembali kepada: menyewa apartemen, atau mengontrak rumah. Namun mana yang lebih efisien?

Pilihan tersebut pada dasarnya tergantung pada prioritas kebutuhan masing-masing orang. Nini Candra, mengaku tertarik membeli satu unit apartemen bersubsidi di kawasan selatan Jakarta. Meski berlokasi di jalan utama yang sering mengalami kemacetan, perempuan yang ditemui Kompas Female saat melihat show unit di apartemen pilihannya ini tak merasa terkendala dengan lokasi.

“Tetap ada pertimbangan kepraktisan, karena lokasi apartemen dekat dengan usaha suami dan pekerjaan saya sangat mobile di kawasan selatan dan barat Jakarta. Jadi masih dekat dengan domisili,” jelasnya.

Lain halnya dengan Muhammad Yunus. Ia mengaku sempat membandingkan kediaman di apartemen atau rumah sewa berjenis paviliun. Menurutnya tinggal di apartemen lebih praktis, privasi terjaga, dan keamanan terjamin.

“Nilai sewa paviliun memang lebih murah, 1 juta per bulan, sedangkan waktu itu sewa apartemen 11 juta per enam bulan lengkap dengan keamanan gedung dan privasi yang tak didapat dari pilihan satunya,” jelas Yunus, yang tinggal di apartemen Mediterrania Garden Residence pada tahun 2006 hingga 2007.

Jika pada umumnya pemilihan tinggal di apartemen adalah karena faktor lokasi yang strategis, mengapa banyak pula apartemen yang berdiri di kota-kota satelit seperti Depok, Bekasi, dan Serpong?

Bagi sebagian orang, faktor harga menjadi pertimbangan utama. Apartemen yang berada di pinggiran kota seperti ini memang menawarkan harga sewa yang lebih murah daripada yang berada di pusat kota. Soal lokasi tak jadi perkara, meski masih harus terjebak kemacetan kota. Toh masih lebih murah daripada kredit rumah dengan lokasi yang juga jauh dari kota, misalnya.

Ada ruang bermain

Untuk keluarga yang memiliki anak, tampaknya apartemen tidak begitu menjadi pilihan. Chrisna Soeharto, contohnya. Pria yang bekerja sebagai marketing trainer di sebuah perusahaan otomotif ini, memilih membeli rumah karena konsepnya lebih untuk keluarga. “Kalau rumah ada lahan yang luas untuk berkebun, anak-anak juga punya tempat bermain,” katanya.

Sebagai investasi, rumah juga lebih menguntungkan. Sedangkan apartemen boleh dibilang hanya unggul dari segi lokasi yang strategis saja, tidak ada kelebihan lain. Untuk biaya operasional, penghuni apartemen akan terkena service charge kurang lebih Rp 1,5 juta tiap bulan. Bandingkan dengan tinggal di rumah yang biaya operasional tiap bulannya bisa diatur hingga Rp 700 ribu saja. Karena itu, pria yang kini tinggal di kawasan Bintaro ini malah berencana membeli satu unit rumah lagi.

Bagaimana pun, pembangunan rumah dan apartemen -baik yang bersubsidi maupun tidak- ada dimana-mana, menjadi pertanda bahwa pasarnya masih ada. Tinggal pilih yang paling cocok dengan karakter Anda, rumah atau apartemen?

More aboutPilih Apartemen atau Rumah?